Langsung ke konten utama

Postingan

KEHABISAN BUKU

Kehabisan buku bisa dibilang merupakan hal yang sangat mengenaskan bagiku. Karena, saat gak ngapa-ngapain, ga ada yang bisa kubaca. Gak ada bau khas buku yang bisa tercium saat aku membaca kalimat-kalimat yang terketik di permukaan kertasnya. Gak ada keseruan saat menebak-nebak kelanjutan cerita. Gak ada tangis yang keluar saat tokoh utama mengalami guncangan klimaks atau ending yang gila parah. Pokok sedih banget. Rasanya seperti saat kamu ketergantungan sama handphone, terus HP-mu gak ada atau gak bisa digunakan. Hampa terasa hidupku tanpa buku-buku. Maaf lebai, tapi emang gini rasanya. Aku dari dulu gak pernah sekehabisan buku kayak gini. Semisal benar-benar habis, aku bakal minjam buku punya kakakku (yang kebanyakan genre romance) untuk kubaca. Tapi, semua buku kakakku sudah kubaca. Buku-bukuku yang ceritanya bagus pun sudah beberapa kali aku baca ulang. Meski, ya, ada sekitar 3 buku non-fiksi yang ada, tapi aku gak bisa baca buku itu. Bukan karena ceritanya jelek (setiap buku ba
Postingan terbaru

SENDIRIAN

Sumber gambar :  https://pin.it/3oDcN5Y Hari ini, aku balik ke kos setelah hampir 5 bulan di rumah karena Covid-19. Aku ada urusan di sekolah selama 6 hari dan daripada ayahku capek buat ngantar jemput Srono-Genteng dan aku ruwet berkomutasi, mending aku tetap di kos aja. Lagipula aku juga bosan di rumah. Meskipun di rumah lebih asik dan ramai, aku butuh keheningan sejenak. Aku perlu sendirian dan take a space dari keluargaku. Karena, kadang pas kita lagi sedih, lagi marah, terus di sekitar kita ada keluarga kita, jadinya kita harus nahan dan berusaha tampil baik-baik saja. Kadang, kalau kita enggak bisa nahan, keluarga kita yang malah bisa kena imbas.  Sebelumnya, aku kira di kos ada banyak teman-teman. Soalnya, ini minggu-minggu MPLS dan Tahun Ajaran Baru. Seharusnya banyak anak osis yang menginap karena mereka sibuk ngurus gitu-gituan, kan. Tapi ternyata, zonk. Ketika aku kembali ke kos, yang ada semua anak OSIS mau tolak pulang. Tugas mereka sudah selesai semua. Habis ini proses

HOW TO LIFE PEACEFULLY

Sumber gambar:  http://pin.it/INLYr3k Setiap kali aku merasa sedih, kacau, dan kepala penuh dengan hal-hal menyesakkan, aku bisanya merenung lama dengan memandangi hal-hal yang bergerak pelan. Seperti memandangi kuncup bunga sampai bunga tersebut mekar dengan sempurna. Atau memandangi awan-awan dan berimajinasi tentang bentuk awan tersebut. Biar tidak seperti permen kapas semuanya. Terkadang juga menebak, kira-kira awan tersebut sudah berkelana dari mana saja dan akan menuju mana? Plus kapan dan di mana awan tersebut menurunkan hujannya. Memikirkan pertanyaan-pertanyaan sederhana plus tidak terjawab begitu membantuku untuk mengalihkan perhatian dari keduniawian yang memusingkan. Merenung adalah bentuk pelarianku yang paling sederhana. Tapi, terkadang merenung itu bukan cuma tentang melarikan diri, namun juga cara untuk menyelesaikan. Karena saat hati kembali baik, permasalahan yang sebelumnya seperti benang kusut, perlahan-lahan dapat diuraikan. Yang terpenting adalah hati dan pikiran

CURCOL SINGKAT

This time, I enjoy to use English to writing because you know, this is an effect after I listened and watched English content. Also, I feel more enjoy to tell my love story with English than Indonesian. Though my English grammar still low, just read it, ya. So, let start. During pandemic of Covid-19, we can not go anywhere and do any outside activities as usual as before. Of course we know that we have to obey our government to stay at home. Nowadays everything is like limited. We have to keep survive in this boredom. We should to keep spirit to each other. We also missing many friends and we just can meet them by virtual meeting. It feel very sad when I writing this feeling. Because, you know, as I said before, we miss our friends and surely our love. Someone we love. Guys, I have to tell you that I loved this one so deeply—I don’t know why. For years, I still in doubt and can’t be honest with myself. But now, I’m sure and no doubt and I recognize this feeling. I’m in love now. An

MAZHAB IMPIAN

Di sini aku mau share tentang berbagai pendapat yang kudapatkan tentang impian. Dari berbagai pendapat itu, aku kelompokkan dan istilahkan dengan paham/aliran/mazhab. Happy reading all! MAZHAB IMPIAN Sebelumnya, apa sih perbedaan antara cita-cita dengan impian? Sekilas kedua istilah tersebut nampak hampir sama, tapi sebenarnya beda. Kalau cita-cita didasarkan pada keinginan untuk “menjadi apa” di masa depan, sedangkan impian didasarkan pada “ingin bagaimana” kita di masa depan nanti. Untuk lebih jelasnya, kukasih contoh aja. Cita-citaku, aku pingin banget kerja di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Belanda. kalau enggak di Belanda, Jerman deh. Atau New Zealand. Terus, untuk impian, aku ingin beli rumah di Yunani dan pingin ketika tua nanti menghabiskan sisa umur di desa kecil yang ada di Swedia. Dari contoh ini, analisis sendiri perbedaannya. Soalnya sudah jelas banget, kan? Terus, kenapa judul blog ini ada mazhab-mazhabnya? Pertanyaan bagus. Mazhab itu aliran, kan,

IT'S OKAY TO DOING NOTHING

Write to self-healing IT’S OKAY TO DO NOTHING I want to be productive, and I think all of us want to be like this. We are always won’t our time will be wasted by something worthless and useless. We’ll feel guilty if we just doing nothing. Just laying down, scrolling social media, imagine something fictional, and others. We all want to do everything (*read EVERYTHING) because we expecting that after doing these or those, our time will be so useful and happiness come then. And yet, we didn’t relize if activities that we wan’t to do, will never be ending. There are more and more activities! Are we should to do all of them? (Baru satu paragraf nulis pakai Bahasa Inggris, udah terasa capek saja. Harus mikir dua kali, bro. So, let’s we continue with Indonesian! ( Exactly, campur bahasa) ) Aku suka banget baca-baca motivation quotes baik dari buku, Pinterest, Twitter maupun Instagram. Baik motivasi biasa maupun motivasi keagamaan. It helps me to improving my self and be better day

BAHASAN RUMIT

write to discuss TENTANG COWOK Suatu hari aku bertemu dengan sahabat lamaku dan berbincang-bincang tentang kehidupan masing-masing selama tidak bertemu. Tak lama kemudian, pembahasan kami berujung ke tema tentang cowok. Entah itu crush, pacar, atau pun mantan. Seringkali ketika sahabatku tersebut curhat dan cerita segala macam tentang kehidupan percintaannya, aku hanya menjadi pendengar yang baik. Aku juga bingung bagaimana mau menanggapi. Ya sudah, aku cuma iya iya saja, kadang juga bertanya balik. Maunya sih aku juga membagikan ceritaku, tapi aku memilih untuk diam saja. Memangnya, mau bercerita bagaimana? Selama ini, aku masih memilih untuk menomor sekiankan urusan cinta-mencintai dan berfokus pada belajar, belajar, dan belajar. I just want to enrich my knowledge, not my love stories. Ada yang lebih penting dari urusan cinta monyet. Ada yang lebih penting untuk diperjuangkan daripada itu. Seringkali aku juga merasa iri dengan ke- uwu-an orang lain dan bagaimana mereka menjalin

A MUG OF TEA

Write to sharing MEMINUM TEH   Aku duduk di depan jendela dengan secangkir teh tawar yang dibuatkan Ibu. Kupandangi tanaman-tanaman di halaman yang terlihat masih basah karena embun. Udara masih sangat segar dan begitu merilekskan paru-paru. Rasanya aku ingin keluar untuk berjemur barang sejenak di beranda. Namun, niat itu kuurungkan karena aku malas kepanasan. Biarkan tenang di sini saja. Duduk dan menyesap teh sedikit demi sedikit. Melamun, tidak melakukan apa pun untuk mengistirahatkan otakku yang selalu memikirkan apa pun. Kuraih HP-ku dan mencolokkan earphone di telingaku. Ada instrumental dari Beethoven yang berputar. Aku terpejam. Pagi yang sungguh indah.   Setelah sekitar sepuluh menit doing nothing, aku mengambil novel Max Havelaar-nya Multatuli. Ini akan menjadi pembacaan ulangku yang ketiga, tapi aku masih merasa tidak bosan. Multatuli membawaku ke masa kolonial yang penuh dengan tipu muslihat dan ketidakadilan. Bukunya membuatku bersyukur bahwa pendudukan Hindia Bela

DUNIA DONGENG

Write to tell a story DONGENG-DONGENG   Waktu kecil, aku suka sekali mendengarkan dongeng dari ibu sebelum tidur. Aku tidak ingat apa saja dongeng yang beliau ceritakan sekarang. Mungkin hanya beberapa seperti dongeng tentang kancil dan kunang-kunang. Kegiatan mendengarkan dongeng seperti ini sungguh sangat menyenangkan dan menjadi pengantar tidur yang sungguh indah. Tidak jarang dongeng-dongeng yang ibu ceritakan mempengaruhi imajinasiku. Aku berpikir tentang bagaimana kalau aku menjadi buaya. Apakah aku bisa ditipu oleh kancil? Tentu saja tidak. Aku tidak akan tertipu. Aku akan... Dongeng membuat masa kecilku penuh akan imajinasi. Bukan hanya di masa kecil, sih. Aku masih menyukai kegiatan berimajinasi sampai sekarang. Terkadang imajinasi membuatku menghasilkan karya dengan menggambarkannya di atas buku sketsa. Yah, meski hasil gambarku tidak sebagus para profesional, tapi setidaknya aku bisa menuangkan imajinasiku. Imajinasi-imajinasi yang membuatku merasa bahagia. Entahlah, r